● LIVE
Nasional

Satu Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi dari Bela 1 ke Timika

R

Redaksi

Penyelamatan warga yang menjadi korban penculikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Mimika. (Sumber: Humas Operasi Damai Cartenz 2026)
Penyelamatan warga yang menjadi korban penculikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Mimika. (Sumber: Humas Operasi Damai Cartenz 2026)

Singkatnya

Demerina Uamang, korban penculikan KKB, berhasil dievakuasi dari Kampung Bela 1, Mimika, ke Timika. Tujuh korban lainnya masih dalam pencarian.

Timika, 14 September 2026 – Upaya penyelamatan warga yang menjadi korban penculikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Mimika mulai membuahkan hasil. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat berhasil mengevakuasi Demerina Uamang (23) dari Kampung Bela 1, Distrik Alama, menuju Timika.

Demerina merupakan satu dari sembilan warga yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026 di Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Ia ditemukan dalam kondisi lemah setelah bertahan selama sekitar 20 hari di wilayah hutan dengan kondisi yang sangat terbatas.

Proses evakuasi Demerina dilakukan pada Senin (14/9/2026) setelah tim mendapatkan informasi mengenai keberadaannya. Operasi tersebut turut mendapat dukungan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, S.M., serta kepala kampung setempat.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengatakan keberhasilan mengevakuasi Demerina merupakan hasil koordinasi antara aparat keamanan dan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan dibantu oleh tokoh masyarakat yang ada di Mimika telah berhasil mengevakuasi satu korban selamat atas nama Demerina Uamang,” ujar Yusuf dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Ditemukan Bersama Korban yang Meninggal Dunia

Sejak penculikan terjadi pada 17 Agustus 2026, aparat keamanan terus melakukan pencarian terhadap para korban. Titik terang muncul pada 7 September 2026 setelah adanya informasi dari jaringan masyarakat di Distrik Jila.

Seorang kepala Kampung Bela 1 saat itu mendatangi Distrik Jila untuk melaporkan bahwa masyarakat menemukan seorang warga yang diduga menjadi korban penculikan. Karena identitasnya belum diketahui, Satgas kemudian melakukan penyelidikan dan proses identifikasi.

Hasil pemeriksaan memastikan bahwa perempuan tersebut adalah Demerina Uamang, salah satu korban penculikan pada 17 Agustus.

Namun, kondisi yang ditemukan tim juga menyisakan duka. Demerina ternyata berada bersama rekannya, Yosina, yang saat ditemukan sudah meninggal dunia.

Yusuf menjelaskan, Yosina diduga meninggal akibat kondisi fisik yang sangat lemah setelah tidak mendapatkan asupan makanan selama berada di wilayah hutan.

“Adik Uamang ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, yaitu adik Yosina. Namun, sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan,” jelasnya.

Keduanya disebut telah bertahan sekitar 20 hari dalam kondisi berat. Demerina sendiri ditemukan dalam keadaan lemah. Masyarakat Kampung Bela kemudian berinisiatif memberikan pertolongan dan merawatnya hingga kondisi memungkinkan untuk dilakukan evakuasi.

Evakuasi Sempat Terkendala Cuaca

Setelah informasi mengenai keberadaan Demerina diterima, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat langsung berkoordinasi untuk mempersiapkan proses penjemputan.

Namun, pelaksanaan evakuasi tidak dapat dilakukan dengan cepat karena kondisi cuaca. Helikopter yang disiapkan untuk menuju lokasi tidak dapat menembus wilayah tersebut selama beberapa hari.

“Kegiatan ini menggunakan helikopter milik Satgas Operasi Damai Cartenz. Namun, setelah kita rencanakan, empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana,” kata Yusuf.

Kesempatan akhirnya terbuka pada Senin pagi ketika kondisi cuaca dinilai lebih memungkinkan. Tim gabungan kemudian bergerak menuju Kampung Bela 1 untuk menjemput Demerina.

“Tadi pagi, Alhamdulillah, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi,” ujarnya.

Demerina Dibawa ke RS Bhayangkara Timika

Dalam proses evakuasi tersebut, Demerina dibawa menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026.

Helikopter tersebut kemudian mendarat di Landasan Heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah pada pukul 09.08 WIT.

Setelah tiba di Timika, Demerina langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi fisiknya setelah bertahan dalam situasi yang berat selama berhari-hari.

“Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Timika untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk mendukung fisiknya agar kembali menjadi baik dan stabil. Sekarang masih dalam proses pemulihan,” jelas Yusuf.

Selain kondisi fisik, Demerina juga masih mengalami trauma dan syok. Karena itu, aparat belum dapat meminta keterangan secara mendalam mengenai peristiwa yang dialaminya.

“Sementara adik Demerina belum dapat kita minta memberikan keterangan karena kondisinya memang sangat syok. Mungkin dia melihat bagaimana rekannya, adik Yosina, meninggal dunia di sampingnya,” ungkap Yusuf.

Sementara itu, Yosina telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela.

Tujuh Korban Lain Masih Dicari

Dari sembilan warga yang sebelumnya menjadi korban penculikan, Demerina menjadi salah satu korban selamat yang berhasil dievakuasi. Sementara itu, aparat masih berupaya menyelamatkan tujuh korban lainnya yang dilaporkan masih hidup.

Satgas Operasi Damai Cartenz meminta masyarakat tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat yang mengetahui keberadaan para korban juga diminta segera melaporkan informasi tersebut kepada aparat keamanan.

“Khusus kepada warga masyarakat yang ada di Timika dan sekitarnya, kami mohon agar tetap tenang, karena pihak kepolisian, Satgas Damai Cartenz dan Polres jajaran tetap akan mengupayakan mengevakuasi korban yang selamat lainnya,” ujar Yusuf.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.

Menurutnya, proses evakuasi membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat. Faktor medan dan kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan waktu dan metode penjemputan.

“Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat. Komunikasi dengan semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas kamtibmas,” kata Faizal.

Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa proses penjemputan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan faktor keamanan, medan, cuaca, dan kondisi aktual di lapangan.

Sementara itu, Nelson Mom selaku keluarga korban mengungkapkan rasa syukur karena Demerina akhirnya berhasil kembali ke Timika. Ia menyebut kondisi para korban selama berada dalam penyanderaan sangat berat karena tidak mendapatkan makanan yang memadai.

Keberhasilan evakuasi Demerina menjadi langkah penting dalam upaya penyelamatan para korban penculikan di wilayah Mimika. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika dan masyarakat akan terus melakukan koordinasi untuk mencari tujuh korban lainnya, dengan mengedepankan keselamatan dan pendekatan kemanusiaan.

Diunggah 14 September 2026 pukul 16.16

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar