● LIVE
Nasional

Prabowo Ungkap Akan Ada Investasi Besar Masuk Indonesia dalam Beberapa Pekan

R

Redaksi

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

Singkatnya

Prabowo menyebut investasi besar akan masuk Indonesia dalam beberapa pekan. Semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun.

Jakarta, 16 September 2026 — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sinyal positif mengenai prospek investasi Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah investasi dalam skala besar diperkirakan akan masuk ke Indonesia dalam beberapa pekan mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu, 16 September 2026. Menurut Presiden, keyakinan terhadap prospek masuknya modal dalam jumlah besar tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Prabowo menyebut realisasi investasi hingga Juni 2026 telah mencapai sekitar Rp1.010 triliun. Data pemerintah mencatat angka yang lebih rinci, yakni Rp1.010,6 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

Realisasi investasi tersebut juga dibarengi dengan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar. Pemerintah mencatat investasi semester pertama 2026 telah menciptakan hampir 1,45 juta lapangan kerja. Pada 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Prabowo Beri Sinyal Investasi Baru

Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa investasi yang telah masuk ke Indonesia bukan semata-mata berasal dari program pemerintah. Menurut dia, aktivitas penanaman modal tersebut merupakan keputusan para investor untuk menjalankan kegiatan usaha di Indonesia.

Presiden kemudian menyampaikan bahwa arus investasi baru dalam jumlah besar masih akan berlanjut.

"Dan ini beberapa minggu ke depannya, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan keyakinan tersebut muncul setelah dirinya bertemu dengan sejumlah pelaku usaha besar dari berbagai negara. Dalam pertemuan tersebut, menurut Presiden, para investor menaruh perhatian terhadap kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

"Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman," ujarnya.

Meski demikian, dalam pernyataan tersebut Prabowo belum merinci nilai investasi yang dimaksud, negara asal investor, sektor yang akan menjadi tujuan penanaman modal, maupun proyek yang akan direalisasikan.

Realisasi Investasi Capai Rp1.010,6 Triliun

Capaian investasi semester I 2026 menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk menggambarkan perkembangan aktivitas penanaman modal nasional.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi hingga Juni 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Angka tersebut mencakup investasi yang berasal dari penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri.

Pemerintah menyatakan komitmen investor untuk menanamkan modal di Indonesia masih berjalan sejalan dengan target investasi nasional. Pada kuartal II 2026 saja, realisasi investasi mencapai Rp511,8 triliun atau tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan aktivitas investasi tetap berlangsung meskipun situasi ekonomi dan geopolitik global masih menghadapi berbagai tantangan.

Selain nilai investasi, pemerintah juga menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai salah satu indikator penting dari masuknya modal ke Indonesia. Dengan investasi yang terealisasi hingga semester pertama 2026, hampir 1,45 juta tenaga kerja tercatat terserap.

Fundamental Ekonomi Jadi Perhatian Investor

Prabowo juga mengaitkan optimisme investasi dengan sejumlah indikator makroekonomi. Dalam pernyataannya, ia menyoroti inflasi, rasio utang, serta defisit sebagai bagian dari indikator yang menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia.

Ia menyebut inflasi Indonesia berada pada level yang relatif rendah dan menyampaikan angka 2,92 persen.

Namun, berdasarkan data Bank Indonesia, inflasi Indeks Harga Konsumen pada Juni 2026 tercatat 3,34 persen secara tahunan, sementara inflasi inti berada di level 2,76 persen. Dengan demikian, angka 2,92 persen yang disebut Prabowo perlu ditempatkan sesuai periode pengukurannya agar tidak disalahartikan sebagai angka inflasi Juni 2026.

Prabowo juga membandingkan posisi defisit Indonesia dengan sejumlah negara lain. Ia menyebut defisit Indonesia masih berada di bawah batas 3 persen, sementara Filipina, India, dan Prancis berada pada tingkat yang lebih tinggi.

Menurut Presiden, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan munculnya kepercayaan dari investor global terhadap Indonesia.

"Jadi, semua orang percaya sama Indonesia. Makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimis," ujar Prabowo.

Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah sebelumnya juga menegaskan bahwa investasi tidak hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk, tetapi dari dampaknya terhadap perekonomian dan masyarakat.

Dalam pidato kenegaraan Agustus 2026, Prabowo menyebut investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun dengan penciptaan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja. Semester I 2026 kemudian mencatat investasi Rp1.010 triliun dengan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

Pemerintah juga mengaitkan investasi dengan upaya memperkuat sektor industri, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta membuka kesempatan kerja baru.

Pada kuartal II 2026, pemerintah mencatat investasi sebesar Rp511,8 triliun dan menyebut komitmen jangka panjang investor dari sejumlah negara mitra, termasuk China, Jepang, dan Korea, masih kuat.

Proyeksi Indonesia Jadi Ekonomi Besar Dunia

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Ia merujuk pada proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan posisi Indonesia akan semakin besar dalam perekonomian global hingga 2050.

"Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan," kata Prabowo.

Dalam laporan Goldman Sachs Research mengenai perekonomian dunia hingga 2075, Indonesia memang diproyeksikan masuk dalam lima ekonomi terbesar dunia pada 2050 berdasarkan ukuran PDB dalam dolar AS, bersama China, Amerika Serikat, India, dan Jerman.

Proyeksi tersebut merupakan perkiraan jangka panjang, bukan kepastian mengenai posisi Indonesia pada 2050. Goldman Sachs sendiri menekankan bahwa perkembangan ekonomi jangka panjang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pertumbuhan penduduk, produktivitas, kebijakan, dan kualitas institusi.

Dengan capaian investasi yang telah menembus Rp1.000 triliun pada semester pertama 2026 dan sinyal adanya investasi baru dalam beberapa pekan mendatang, pemerintah terus berupaya menjaga momentum penanaman modal.

Adapun investasi besar yang disebut Prabowo akan masuk Indonesia masih menunggu pengumuman lebih lanjut. Nilai, sektor, negara asal investor, serta proyek yang akan direalisasikan belum disampaikan secara terperinci dalam pernyataan tersebut.

Diunggah 17 September 2026 pukul 08.00

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar