● LIVE
Nasional

Prabowo Terharu Saat Peluk Dubes Palestina di Hadapan Santri Gontor

R

Redaksi

Prabowo Terharu Saat Peluk Dubes Palestina di Hadapan Santri Gontor. (FOTO: Bakom RI)
Prabowo Terharu Saat Peluk Dubes Palestina di Hadapan Santri Gontor. (FOTO: Bakom RI)

Singkatnya

Prabowo Subianto terharu saat memeluk Dubes Palestina di acara 100 Tahun Gontor. Presiden kembali menyampaikan dukungan untuk kemerdekaan Palestina.

Ponorogo, 19 September 2026 – Suasana haru mewarnai Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terlihat menahan tangis setelah bertemu dan berpelukan dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari.

Momen emosional tersebut terjadi ketika Presiden Prabowo menyapa para duta besar yang menghadiri peringatan satu abad Gontor. Saat menyebut nama Dubes Palestina, Prabowo secara spontan menyampaikan dukungannya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina di hadapan ribuan santri, alumni, dan tamu undangan.

“Free Palestine, Free Palestine, Free Palestine,” seru Prabowo yang kemudian disambut oleh hadirin.

Dubes Palestina kemudian mengangkat sebuah sorban dan menyerahkannya kepada Presiden. Prabowo mempersilakan Abdulfattah naik ke panggung untuk menerima pemberian tersebut. Setelah menerima sorban, Prabowo mengenakannya di bahu.

Keduanya kemudian berjabat tangan dan berpelukan di atas panggung. Setelah kembali ke podium, suasana berubah semakin emosional. Presiden terlihat mengusap air matanya dengan handuk putih yang biasa dibawanya ketika menyampaikan pidato.

Prabowo kemudian mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut membuat dirinya teringat pada kondisi masyarakat Palestina yang masih menghadapi konflik dan serangan.

“Saya minta maaf. Tadi saya teringat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah kurang berdaya untuk membantu mereka,” ujar Prabowo.

Presiden selanjutnya menghubungkan situasi Palestina dengan pentingnya Indonesia membangun kekuatan nasional. Menurut dia, penderitaan yang dialami bangsa lain dapat menjadi pengingat bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperkuat pembangunan.

Prabowo secara khusus mengajak para kiai, ulama, pendidik, serta generasi muda untuk menjadikan pendidikan dan kerja keras sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang kuat.

Ia menilai lembaga pendidikan seperti Gontor memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memiliki kemauan belajar dan membangun bangsa.

Presiden juga menekankan bahwa kekuatan nasional menjadi salah satu faktor penting agar sebuah negara dapat berdiri secara mandiri dan menghadapi tekanan dari pihak lain.

“Karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” tegasnya.

Peringatan 100 Tahun Gontor tersebut tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan pendidikan pesantren, tetapi juga menjadi ruang bagi Presiden untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya pendidikan, persatuan, dan pembangunan kekuatan bangsa.

Diunggah 19 September 2026 pukul 19.00

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar