● LIVE
Ekonomi

Pemerintah Pastikan Stok BBM Subsidi Aman, ESDM Dorong Penyaluran Tepat Sasaran

R

Redaksi

Ilustrasi SPBU Pertamina. (Foto: Pertamina)
Ilustrasi SPBU Pertamina. (Foto: Pertamina)

Singkatnya

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM subsidi aman dan meminta penggunaannya tepat sasaran agar manfaat diterima masyarakat yang berhak.

Jakarta, 18 September 2026 – Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi, tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain menjaga pasokan, pemerintah juga menekankan pentingnya penyaluran subsidi secara tepat sasaran agar manfaatnya diterima kelompok yang memang membutuhkan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Bahlil mengatakan pemerintah terus menyiapkan stok BBM bersubsidi sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

“Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM bersubsidi,” ujar Bahlil seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara.

Di samping persoalan ketersediaan, pemerintah juga mencermati perubahan pola konsumsi masyarakat. Bahlil menyoroti adanya fenomena pergeseran atau shifting dari penggunaan BBM nonsubsidi menuju BBM bersubsidi.

Menurut dia, penggunaan BBM bersubsidi perlu diarahkan kepada masyarakat yang memang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat. Masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang lebih tinggi diimbau tetap menggunakan BBM nonsubsidi.

Bahlil menilai ketepatan sasaran menjadi bagian penting dalam pengelolaan subsidi energi. Ia mengajak masyarakat yang secara ekonomi mampu untuk memberikan kesempatan kepada kelompok yang membutuhkan agar dapat memperoleh manfaat subsidi.

“BBM subsidi itu untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima. Dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran,” kata Bahlil.

Ia juga menyinggung kemungkinan adanya penguatan regulasi untuk mengatur penggunaan BBM bersubsidi. Namun, menurut Bahlil, setiap perubahan aturan membutuhkan tahapan dan proses yang harus dilakukan pemerintah.

Karena itu, sembari mempertimbangkan aspek regulasi, ia menilai imbauan kepada masyarakat memiliki kemampuan ekonomi lebih baik tetap perlu disampaikan.

Bahlil bahkan menggunakan pengalamannya sebagai bagian dari masyarakat yang pernah merasakan manfaat subsidi untuk menggambarkan pentingnya distribusi subsidi kepada kelompok yang membutuhkan.

Ia meminta masyarakat tidak mengambil hak kelompok lain yang memang menjadi sasaran program subsidi pemerintah.

Pemerintah sendiri terus berupaya menyeimbangkan dua aspek dalam pengelolaan BBM bersubsidi, yakni memastikan stok BBM tetap tersedia dan menjaga agar pemanfaatannya sesuai sasaran.

Ketersediaan pasokan menjadi penting untuk menjaga aktivitas masyarakat dan perekonomian, sementara ketepatan penyaluran diperlukan agar anggaran subsidi negara memberikan manfaat secara optimal.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap BBM bersubsidi dapat tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus mengurangi penggunaan subsidi oleh kelompok yang memiliki kemampuan membeli BBM nonsubsidi.

Diunggah 18 September 2026 pukul 16.01

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar