● LIVE
Nasional

Karhutla Masih Dominasi Laporan Bencana BNPB

R

Redaksi

Karhutla Masih Dominasi Laporan Bencana BNPB

Singkatnya

Sejumlah wilayah masih dalam penanganan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi merangkum sejumlah kejadian bencana yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia selama 24 jam, sejak Rabu (2/9) hingga Kamis (3/9) pukul 07.00 WIB. Dalam kurun periode tersebut, kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, serta kebakaran tempat pembuangan akhir menjadi fokus penanganan oleh lintas kementerian/lembaga pusat maupun daerah.

Karhutla melanda Gampong Deah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, pada Rabu (2/9) pukul 12.40 WIB. Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, dan luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 2 hektare. BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan satu unit armada Damkar ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman, dan api berhasil dipadamkan pada pukul 15.30 WIB.

Masih di Provinsi Aceh, karhutla juga terjadi di Kabupaten Aceh Barat pada Selasa (1/9) pukul 17.30 WIB. Lokasi titik api menyebar di tiga wilayah sekaligus, yakni Gampong Blang Beurandang (Kecamatan Johan Pahlawan), Gampong Mesjid Baro (Kecamatan Samatiga), dan Gampong Aron Tunong (Kecamatan Woyla). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun lahan dengan total luas sekitar 6,5 hektare terbakar, dengan rincian 2 hektare di Blang Beurandang, 3 hektare di Mesjid Baro, dan 1,5 hektare di Aron Tunong. Penyebab masih dalam penyelidikan pihak terkait. BPBD Kabupaten Aceh Barat bersama TNI, Polri, KPH IV Aceh, dan masyarakat mengerahkan armada damkar ke lokasi, dan hingga Rabu (2/9), penanganan masih berlangsung.

Kejadian serupa turut terjadi di Kabupaten Aceh Tengah pada Rabu (2/9) pukul 13.00 WIB di Kampung Arul Gele, Kecamatan Silih Nara, dan turut meluas ke Kampung Pedekok, Kecamatan Pengasing. Tidak terdapat korban jiwa, sedangkan total luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektare, dengan rincian satu hektare di Arul Gele dan dua hektare di Pedekok. BPBD Aceh Tengah mengerahkan satu unit armada Damkar dan melakukan asesmen di lokasi kejadian. Api di Arul Gele berhasil dipadamkan pukul 15.20 WIB, sedangkan api di Pedekok berhasil dipadamkan pukul 18.45 WIB.

Beralih ke Provinsi Lampung, Kabupaten Pringsewu turut mengalami karhutla pada Rabu (2/9) pukul 09.45 WIB di Desa Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa, dengan penyebab yang masih dalam proses penyelidikan. Kejadian ini nihil korban jiwa dan mengakibatkan kerugian material berupa lahan terbakar seluas kurang lebih 1 hektare. Tim TRC BPBD Kabupaten Mesuji dan Damkar Kabupaten Pringsewu, dibantu masyarakat, berhasil memadamkan api hingga kondisi dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Masih di provinsi yang sama, Kabupaten Mesuji juga terdampak karhutla pada Rabu (2/9) pukul 11.00 WIB. Kebakaran ini diduga berasal dari kawasan Talang Batu yang membakar semak kering kemudian menyebar hingga Desa Margo Jadi, Kecamatan Mesuji Timur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Luas cakupan yang terbakar sekitar 10 hektare berupa lahan semi gambut. Tim TRC dan Damkar Kabupaten Mesuji, dibantu masyarakat, melakukan pemadaman, dan wilayah ini berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Provinsi Lampung berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung yang berlaku hingga (24/9). Api dinyatakan telah padam pada Rabu (2/9).

Berpindah ke Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Semarang turut dilanda karhutla pada Selasa (1/9) pukul 13.00 WIB. Titik api diketahui berada di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, dengan penyebab yang masih dalam penyelidikan. Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, sedangkan kerugian material tercatat sekitar tiga hektare lahan terbakar. Tim BPBD Kabupaten Semarang melakukan asesmen dan penanganan bersama pihak terkait. Api dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Tak jauh dari Semarang, Kabupaten Boyolali juga mengalami kejadian serupa. Kebakaran hutan terjadi pada Selasa (1/9) pukul 17.40 WIB di Desa Karangmojo, Kecamatan Klego, dengan penyebab yang masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material tercatat sekitar 10 hektare lahan terbakar. Tim BPBD Kabupaten Boyolali melakukan asesmen dan penanganan bersama pihak terkait, dan api dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Berikutnya di Kabupaten Klaten, karhutla terjadi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 17.40 WIB. Peristiwa ini diketahui oleh warga di area persawahan sekitar perkebunan kayu putih Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu. Api kemudian membesar dan meluas hingga warga menghubungi Damkar setempat. Kejadian ini nihil korban jiwa, dengan kerugian material berupa lahan terbakar seluas kurang lebih dua hektare. BPBD Kabupaten Klaten bersama petugas gabungan lakukan penanganan serta mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah saat angin kencang. Api dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Bergeser ke Provinsi Jawa Timur, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Pacitan pada Selasa (1/9) pukul 18.20 WIB di Desa Widoro, Kecamatan Pacitan serta Desa Karangrejo dan Desa Gayuhan, Kecamatan Arjosari. Penyebab masih dalam penyelidikan. Tidak terdapat korban jiwa, sedangkan kerugian material tercatat tiga hektare lahan terbakar. Personel BPBD Provinsi Jawa Timur dan TRC BPBD Kabupaten Pacitan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk lakukan penanganan. Wilayah ini berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur hingga (6/10), dan api dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

BPBD Kota Batu melakukan kaji cepat, pemadaman, dan pembuatan sekat bakar bersama Perhutani, BPBD Kabupaten Malang, TNI, Polri, Basarnas, LMDH, PMI, Tagana, dan relawan, serta menghimbau pendaki untuk turun gunung. Api berhasil dipadamkan pada Rabu (2/9), dan jalur pendakian Gunung Panderman, Butak, serta Bokong ditutup sementara.

Beralih ke Pulau Kalimantan, peristiwa karhutla terjadi di Kelurahan Sungai Parit dan Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (1/9) pukul 15.55 WITA. Penyebab yang masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sementara kerugian material tercatat sekitar 17,49 hektare lahan terbakar dan masih dalam pendataan petugas. Penanganan dilakukan oleh BPBD bersama petugas gabungan menggunakan mobil pemadam KODIM 0913/PPU yang disuplai armada tangki dari Polres PPU, Dinas Pertanian, BPBD, dan DPKP PPU, dengan kendala lahan berupa gambut tipis bersemak. Proses pemadaman dan pendinginan tuntas pada pukul 05.10 WITA dan secara visual sudah tidak ada titik asap di lokasi per Rabu (2/9).

Tim TRC BPBD, Damkarmatan, TNI, Polri, Sekcam, PMI, dan relawan melakukan pemadaman, namun hingga Rabu (2/9), api belum padam karena karakteristik lahan gambut dan posisi titik api yang sulit dijangkau. Wilayah ini berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Asap berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur hingga (30/11).

Berpindah ke Pulau Sulawesi, tepatnya Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Bombana turut dilanda karhutla pada Minggu (30/8) sekitar pukul 13.10 WITA. Titik api berada di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara. Dugaan sementara, karhutla terjadi akibat kelalaian warga yang membuang puntung rokok sembarangan. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan kerugian material tercatat sekitar 10 hektare lahan terbakar. BPBD Kabupaten Bombana menyampaikan peringatan dini melalui media sosial, mengecek peralatan penanggulangan bencana, serta memadamkan api bersama pemerintah desa dan warga. Api dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Bergeser ke Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa turut mengalami kebakaran lahan pada Kamis (27/8) pukul 14.10 WITA di tiga wilayah sekaligus, yakni Desa Tulap (Kecamatan Kombi), Kelurahan Toulour (Kecamatan Tondano Timur), dan Kelurahan Sumalangka (Kecamatan Tondano Barat). Penyebab masih dalam penyelidikan. Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, sementara kerugian material tercatat sekitar lima hektare lahan terbakar. TRC BPBD Kabupaten Minahasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kelurahan/kecamatan, dan desa setempat, serta berkolaborasi dengan Damkar Kabupaten Minahasa dan masyarakat untuk memadamkan api, yang dinyatakan berhasil dipadamkan pada Rabu (2/9).

Beralih ke wilayah timur Indonesia, tepatnya Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Kepulauan Taliabu turut mencatatkan kejadian karhutla pada Senin (1/9) sekitar pukul 13.00 WIT. Api diketahui membakar area kebun sayur warga Desa Kilong, Kecamatan Taliabu Barat, diduga akibat pembersihan lahan dengan cara dibakar yang kemudian tak terkendali karena hembusan angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan kerugian material tercatat sekitar 5 hektare lahan terbakar. BPBD Provinsi Maluku Utara melalui Pusdalops PB dan BPBD Kabupaten Kepulauan Taliabu memantau situasi, berkoordinasi dengan BMKG Ternate, serta mendiseminasikan informasi kepada masyarakat. Kendati sempat terkendala keterbatasan sumber air dan akses menuju lokasi, kondisi dinyatakan aman terkendali dengan api berhasil dipadamkan dan aktivitas masyarakat kembali normal per Rabu (2/9).

Masih di provinsi yang sama, Kabupaten Halmahera Timur juga terdampak karhutla pada Rabu (2/9) pukul 17.00 WIT. Lokasi terdampak berada di Desa Akedaga, Kecamatan Wasile Timur. Meski kejadian ini nihil korban jiwa, namun telah menyebabkan lahan terbakar seluas kurang lebih 3 hektare. BPBD Kabupaten Halmahera Timur berkoordinasi dengan instansi terkait, menjalankan penanganan sesuai SOP, dan bersama tim gabungan termasuk Polsek Wasile, TNI, perusahaan setempat, dan masyarakat memadamkan api pada pukul 19.30 WIT, meski sisa asap tipis di beberapa titik masih dipantau untuk mencegah munculnya titik api baru.

Sementara itu, di Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, kebakaran melanda tumpukan sampah di TPA Putri Cempo sektor Blok B, Kecamatan Jebres, pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.00 WIB, dengan penyebab yang masih dalam penyelidikan. Kejadian ini nihil korban jiwa, sedangkan kerugian material tercatat sekitar 2,17 hektare luas lahan terbakar dan masih dalam pendataan petugas. BPBD Kota Surakarta melakukan asesmen dan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dukungan suplai air, serta membuka dapur umum di Kantor Damkar Kota Surakarta. Wali Kota Surakarta turut meninjau langsung lokasi kejadian pada malam harinya. Penanganan didukung oleh empat unit mobil pemadam dan tiga unit mobil tangki suplai dari Damkar Surakarta, ditambah armada tangki dari BPBD Karanganyar dan BPBD Boyolali, serta unsur TNI, Polri, PMI, Tagana, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Selain karhutla, jenis bencana lain yakni cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Bencana yang dipicu oleh fenomena cuaca yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah ini pada Rabu (2/9) sekitar pukul 12.25 WIB. Hasil kaji cepat sementara, bencana ini berdampak pada empat desa di Kecamatan Beringin yakni Desa Pasar V Kebun Kelapa, Sidodadi Ramunia, Emplasmen Kualanamu, dan Tumpatan, serta satu desa di Kecamatan Tanjung Morawa yakni Desa Dalu X B. Bencana ini mengakibatkan satu orang luka-luka. Adapun jumlah warga terdampak ada sebanyak 34 kepala keluarga atau 123 jiwa. Terdapat beberapa warga yang mengungsi namun masih dalam pendataan. Sementara kerugian material tercatat berupa sembilan unit rumah rusak berat, delapan unit rusak sedang, 17 unit rusak ringan, dan satu unit fasilitas pendidikan terdampak. BPBD Kabupaten Deli Serdang melakukan asesmen di lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa terdampak, serta menggelar gotong royong membersihkan puing akibat angin puting beliung. Hingga Rabu (2/9), korban masih mengungsi di rumah tetangga dan sanak saudara sembari menunggu koordinasi lebih lanjut dari pihak desa.

Diunggah 3 September 2026 pukul 18.56

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar