● LIVE
Daerah

Jembatan Pongpet Miring Saat Peresmian, TNI AD Ungkap Penyebabnya

R

Redaksi

Jembatan Pongpet Miring Saat Peresmian. (Foto: Dispenad)
Jembatan Pongpet Miring Saat Peresmian. (Foto: Dispenad)

Singkatnya

Jembatan Pongpet di Pangandaran miring saat peresmian setelah lebih dari 50 orang melintas bersamaan. TNI AD menjelaskan penyebab dan proses perbaikannya.

Pangandaran, 20 September 2026 – Jembatan Gantung Pongpet yang berada di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami perubahan posisi saat acara peresmian pada Minggu (30/8/2026).

Kondisi tersebut terjadi ketika lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan di atas jembatan. Jumlah tersebut disebut melampaui kapasitas yang telah ditentukan. Akibatnya, tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama sehingga posisi jembatan menjadi miring.

TNI AD melalui Kodim 0625/Pangandaran meluruskan informasi yang sebelumnya menyebut jembatan tersebut ambruk. Berdasarkan penjelasan TNI AD, kejadian itu bukan merupakan keruntuhan seluruh struktur jembatan.

Bagian utama konstruksi jembatan masih berada pada posisinya. Komponen yang mengalami masalah adalah tali sling di sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama.

Warga Sudah Diberi Informasi Kapasitas Jembatan

Dilansir dari rilis Dispenad, sebelum jembatan digunakan, Kodim 0625/Pangandaran telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait aturan penggunaan. Papan pemberitahuan mengenai kapasitas dan ketentuan melintas juga telah dipasang di sekitar jembatan.

Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian membuat ketentuan tersebut tidak sepenuhnya dipatuhi. Peristiwa terjadi ketika jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama masyarakat menuju lokasi acara setelah Bupati Pangandaran melakukan prosesi pengguntingan pita.

Kondisi jembatan yang mengalami perubahan posisi tersebut kemudian langsung ditangani oleh pihak terkait.

Jembatan Masih Ditutup untuk Umum

Setelah kejadian, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pangandaran segera melakukan penanganan.

Untuk sementara, Jembatan Gantung Pongpet belum dibuka kembali bagi masyarakat. Perbaikan dan evaluasi teknis masih dilakukan untuk memastikan jembatan benar-benar aman sebelum kembali digunakan.

Evaluasi mencakup pemeriksaan kekuatan struktur, sistem pengikat tali sling, hingga kapasitas maksimal jembatan. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan sekaligus penyempurnaan aturan penggunaan jembatan.

Jembatan Gantung Pongpet dibangun oleh Kodim 0625/Pangandaran untuk membantu meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan wilayah sekitarnya.

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, manfaat tersebut tetap harus dibarengi dengan penggunaan sesuai kapasitas dan ketentuan keselamatan.

TNI AD menegaskan bahwa penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Pelurusan informasi mengenai kondisi Jembatan Pongpet juga dilakukan agar publik memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kejadian tersebut.

TNI AD memastikan proses perbaikan dan evaluasi akan dilakukan secara terukur sebelum jembatan dinyatakan layak digunakan kembali. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan pembangunan yang diberikan kepada masyarakat dapat dimanfaatkan secara aman dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Diunggah 20 September 2026 pukul 20.56

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar