Helikopter HR-3604 Perkuat Pencarian Survivor Gunung Anak Krakatau dari Udara
Redaksi

Singkatnya
Helikopter HR-3604 dikerahkan mendukung operasi SAR Gunung Anak Krakatau. Pencarian udara berlangsung dari Pantai Carita dan berjalan aman serta lancar.
Pandeglang, 17 September 2026 – Upaya pencarian korban atau survivor dalam operasi SAR Gunung Anak Krakatau, Banten, terus dilakukan dengan mengerahkan berbagai sumber daya. Pada Kamis, 17 September 2026, Helikopter Dauphin AS 365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 turut dikerahkan untuk mendukung pencarian melalui jalur udara.
Helikopter tersebut menjalankan misi pencarian dengan rute ATS–SAS (Pantai Carita)–ATS. Setelah menyelesaikan kegiatan pencarian udara, pesawat kembali mendarat di Pantai Carita dalam kondisi aman dan seluruh rangkaian penerbangan berlangsung lancar.
HR-3604 yang menggunakan nomor transponder 2531 mulai melaksanakan penerbangan dari Pantai Carita pada pukul 14.40 WIB. Helikopter kemudian kembali ke lokasi keberangkatan pada pukul 15.52 WIB setelah menyelesaikan misi pencarian udara untuk mendukung operasi SAR terhadap survivor Gunung Anak Krakatau.
Perluas Jangkauan Pencarian dari Udara
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos., mengatakan pengerahan helikopter menjadi salah satu langkah untuk memperluas cakupan pencarian. Dukungan dari udara memungkinkan tim SAR melakukan pemantauan terhadap area yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.
Menurut Al Amrad, seluruh sumber daya yang tersedia terus dioptimalkan untuk membantu proses pencarian. Koordinasi antarpersonel dan unsur SAR gabungan juga diperkuat agar setiap tahapan operasi dapat berlangsung secara terarah.
“Pengerahan helikopter HR-3604 menjadi salah satu upaya kami untuk memperluas jangkauan pencarian melalui udara dalam mendukung operasi SAR survivor Gunung Anak Krakatau. Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia serta memperkuat koordinasi dengan unsur SAR gabungan agar pelaksanaan pencarian dapat berjalan secara efektif dan aman,” ujar Al Amrad.
Pencarian melalui udara menjadi bagian dari strategi operasi SAR untuk mendapatkan gambaran kondisi wilayah pencarian secara lebih luas. Informasi dari udara dapat digunakan untuk membantu tim menentukan area yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Enam Personel Terlibat dalam Penerbangan
Dalam misi tersebut, helikopter HR-3604 dioperasikan oleh tiga awak penerbangan. Mereka terdiri atas Mayor Pnb M. Tito Dwi Prakoso, Kapten Pnb Dimas Aribowo, dan Serka Deatry M.
Selain awak pesawat, penerbangan juga membawa sejumlah personel yang mendukung kegiatan pencarian dan peliputan operasi SAR.
Penumpang yang turut dalam penerbangan tersebut antara lain Marhal dari BSG, M. Sulaeman yang merupakan rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, serta dua perwakilan media, yakni Yudis Aldani dari Media Garuda TV dan Indrianto Eko dari Media Antara.
Kehadiran rescuer dalam penerbangan memungkinkan unsur pencarian dan pertolongan memperoleh informasi langsung dari hasil pemantauan udara. Sementara itu, kehadiran media turut mendukung penyampaian perkembangan operasi kepada masyarakat.
Kondisi Cuaca Mendukung Pencarian
Pelaksanaan penerbangan HR-3604 pada Kamis siang berlangsung dengan kondisi cuaca yang mendukung. Cuaca di kawasan Pantai Carita dilaporkan cerah, dengan kecepatan angin sekitar 3 knot yang bergerak dari arah barat laut menuju tenggara.
Jarak pandang selama penerbangan tercatat kurang dari 8 kilometer. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pelaksanaan pencarian udara karena aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas.
Setelah menyelesaikan kegiatan pencarian, HR-3604 kembali ke Pantai Carita dan mendarat dengan aman pada pukul 15.52 WIB.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama unsur SAR gabungan selanjutnya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan operasi. Penggunaan helikopter menjadi salah satu bentuk dukungan untuk memperluas jangkauan pencarian, sekaligus membantu tim mendapatkan informasi mengenai kondisi wilayah yang menjadi sasaran operasi.
Seluruh unsur yang terlibat diharapkan terus menjaga koordinasi dan mengutamakan aspek keselamatan selama proses pencarian berlangsung. Operasi SAR akan terus disesuaikan dengan kondisi lapangan serta informasi terbaru yang diperoleh dari masing-masing unsur pencarian dan pertolongan.