● LIVE
Nasional

Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Sisir 2.537 NM² Selat Sunda dan Temukan Jeriken

R

Redaksi

Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Sisir 2.537 NM² Selat Sunda dan Temukan Jeriken

Singkatnya

Hari kelima pencarian, Tim SAR menyisir 2.537 NM² Perairan Selat Sunda dan menemukan jeriken biru. Delapan orang masih dalam pencarian.

Pandeglang - Tim SAR Gabungan memperluas operasi pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang setelah speed boat yang mereka tumpangi hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari kelima operasi, Sabtu (12/9/2026), area penyisiran di jalur laut mencapai 2.537 nautical mile persegi (NM²) yang dibagi ke dalam enam sektor pencarian.

Selain operasi di laut, pencarian juga dilakukan dari udara dengan cakupan wilayah seluas 2.063 NM². Dukungan helikopter dan drone dikerahkan untuk memperluas pemantauan terhadap kemungkinan adanya tanda-tanda keberadaan delapan orang yang hingga kini masih berstatus Dalam Pencarian (DP).

Dalam operasi hari kelima, satu objek berupa jeriken minyak berwarna biru ditemukan di area pencarian. Tim SAR telah menindaklanjuti temuan tersebut, namun hingga operasi hari kelima berakhir belum dapat dipastikan apakah objek itu berkaitan dengan speed boat yang hilang kontak maupun para korban.

Enam Sektor Laut Disisir Tim SAR Gabungan

Pencarian melalui jalur laut dibagi ke dalam Sektor T, U, Z, W, X, dan Y. Setiap sektor memiliki cakupan wilayah dan melibatkan sejumlah kapal dari berbagai unsur SAR.

Sektor T menjadi salah satu area yang disisir dengan luas sekitar 348 NM². KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang dikerahkan untuk melakukan pencarian di wilayah tersebut.

KRI Kerambit bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat Merak pada pukul 08.00 WIB dan tiba di area pencarian sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara KP Sanjaya bergerak dari Pelindo Ciwandan dan melakukan penyisiran dalam kondisi cuaca berkabut.

KAL Pahawang juga dikerahkan dari Pelindo Panjang. Selain melakukan pemantauan visual menggunakan teropong, personel di kapal tersebut turut berkomunikasi dengan nelayan yang berada di sekitar area pencarian untuk memperoleh informasi yang mungkin berkaitan dengan keberadaan korban.

Namun, hingga penyisiran selesai, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dicari.

Pencarian kemudian dilanjutkan di Sektor U dengan cakupan sekitar 406 NM². KRI Leuser, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena melakukan penyisiran di sektor tersebut, termasuk wilayah perairan di sekitar dan sebelah barat Gunung Anak Krakatau.

KRI Leuser telah bergerak menuju area pencarian sejak pagi. KN SAR Antasena juga tiba di wilayah barat Gunung Anak Krakatau untuk memperkuat operasi, sementara KAL Anyer melakukan penyisiran sesuai koordinat dan rencana operasi yang telah ditentukan.

Hasil pencarian di sektor tersebut juga belum menemukan korban maupun petunjuk yang dapat memastikan keberadaan mereka.

Penyisiran Hingga Pulau Panaitan dan Ujung Kulon

Di Sektor Z seluas 473 NM², KN SAR Basudewa dan KRI Lepu diterjunkan untuk melakukan pencarian. KN SAR Basudewa melakukan penyisiran dari titik awal pencarian menuju perairan sekitar Pulau Sertung, kemudian melanjutkan pemantauan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Setelah menjalankan pencarian, kapal tersebut bergerak menuju Pulau Sebesi untuk sandar. Sementara KRI Lepu dikerahkan dari Pelabuhan BBJ guna memperkuat penyisiran di Sektor Z. Hingga operasi selesai, belum ditemukan korban ataupun petunjuk terkait keberadaan speed boat dan penumpangnya.

Wilayah pencarian laut terluas berada di Sektor W, dengan cakupan 585 NM². KP Hayabusa dan RIB 02 Banten dikerahkan untuk menyisir kawasan tersebut.

KP Hayabusa bergerak dari Dermaga Batu Balai menuju area pencarian. Sementara RIB 02 Banten bertolak dari Marina Carita dan melakukan penyisiran di kawasan pesisir Pulau Panaitan hingga Ujung Kulon sebelum bergerak menuju Tanjung Lesung.

Kondisi cuaca di beberapa area menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan selama pencarian. Meski demikian, penyisiran tetap dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

Jeriken Biru Ditemukan di Sektor X

Salah satu perkembangan dalam operasi SAR hari kelima terjadi di Sektor X yang memiliki luas sekitar 380 NM². Di sektor ini, KN SAR Tetuka 247 bersama RBB Peucang melakukan pencarian sejak pagi.

Pada pukul 10.05 WIB, KN SAR Tetuka menemukan sebuah jeriken minyak berwarna biru di perairan pada koordinat 06°02.7161'S – 105°31.5414'E.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim dengan melakukan pemantauan tambahan menggunakan drone yang dibawa KN SAR Tetuka. Langkah ini dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya objek lain di sekitar lokasi temuan.

Namun, hingga laporan hasil operasi hari kelima disampaikan, belum ada kepastian bahwa jeriken tersebut memiliki hubungan dengan speed boat yang hilang kontak atau dengan delapan orang yang masih dicari.

Dengan demikian, objek tersebut masih berstatus sebagai temuan yang sedang ditindaklanjuti dan belum dapat dijadikan petunjuk pasti mengenai keberadaan korban.

Sementara itu, pencarian di Sektor Y seluas 345 NM² dilakukan oleh RIB 02 Lampung. Penyisiran dimulai dari sekitar Pulau Sebesi, kemudian diperluas ke Pulau Sebuku, Pulau Lagundi, kawasan pesisir Kalianda, hingga Tanjung Tua.

Selama operasi, jarak pandang di wilayah tersebut sempat rendah. Setelah menyelesaikan pencarian, RIB 02 Lampung kemudian bergerak menuju Bakauheni, Lampung.

Hasil pencarian di Sektor Y juga belum menemukan korban maupun petunjuk baru.

Helikopter dan Drone Perkuat Pemantauan Udara

Operasi SAR hari kelima turut diperkuat melalui pencarian dari udara. Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 dikerahkan untuk memantau wilayah pencarian dengan total cakupan sekitar 2.063 NM².

Helikopter tersebut tiba di Helipad Lapangan Carita pada pukul 09.05 WIB dan kemudian terbang menuju area pencarian pada pukul 10.36 WIB.

Dalam pelaksanaan operasi udara, tim menghadapi kondisi jarak pandang yang rendah. Faktor tersebut menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pemantauan guna memastikan keselamatan penerbangan dan seluruh kru.

HR-3604 kembali ke Helipad Lapangan Carita pada pukul 11.17 WIB sebelum kemudian melanjutkan penerbangan kembali menuju ATS pada pukul 13.23 WIB.

Selain helikopter, Basarnas juga mengerahkan dua unit drone thermal untuk membantu memperluas pemantauan dari udara di sejumlah titik dalam wilayah operasi.

Hingga pencarian hari kelima, kedelapan orang yang berada di dalam speed boat tersebut masih belum ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia. Tim SAR Gabungan akan terus melakukan evaluasi terhadap hasil pencarian dan setiap temuan di lapangan.

Operasi selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil koordinasi seluruh unsur yang terlibat serta perkembangan situasi di lapangan. Tim SAR tetap berupaya mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mencari dan menemukan delapan orang yang masih hilang di Perairan Selat Sunda.

Diunggah 12 September 2026 pukul 21.34

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar