● LIVE
Ekonomi

Atasi Kendala Distribusi BBM di Bali, Pemerintah Perintahkan Pertamina Tambah Kapal

R

Redaksi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Kementerian ESDM)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Kementerian ESDM)

Singkatnya

Pemerintah meminta Pertamina menambah kapal pengangkut BBM untuk mengatasi kendala distribusi ke Bali. Stok nasional diklaim aman 16–18 hari.

Jakarta – Pemerintah menginstruksikan PT Pertamina (Persero) untuk menambah armada kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) guna mempercepat distribusi ke Bali. Langkah ini diambil menyusul kendala pengiriman BBM dari Jawa Timur yang berdampak pada kelancaran pasokan di wilayah tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, penambahan armada kapal diperlukan untuk mempercepat pengiriman sekaligus mengantisipasi potensi gangguan pasokan BBM di daerah.

“Saya tadi memerintahkan untuk mereka untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah, supaya bisa percepatan,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Jumat 16 Oktober 2026.

Bahlil menegaskan, persoalan yang terjadi di Bali bukan disebabkan oleh kekurangan stok BBM secara nasional, melainkan kendala distribusi dari Jawa Timur. Karena itu, pemerintah meminta Pertamina segera mengambil langkah untuk memperlancar pengiriman dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Stok BBM Nasional Diklaim Aman

Bahlil menyampaikan, berdasarkan laporan Pertamina, persediaan BBM nasional saat ini berada pada kisaran 16–18 hari kebutuhan. Menurutnya, jumlah tersebut masih dalam kondisi aman dan memenuhi standar minimal persediaan nasional.

“Tadi saya juga mendapat laporan dari Pertamina, secara stok nasional kita BBM itu di 16–18 hari. Jadi, stok BBM nasional Insyaallah itu aman,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan, angka persediaan tersebut merujuk pada BBM jenis RON 90 atau Pertalite. Penurunan stok Pertalite, menurut Bahlil, berkaitan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan bensin dengan angka oktan lebih tinggi, seperti RON 92 dan RON 95, disebut beralih menggunakan BBM RON 90. Pergeseran konsumsi tersebut turut memengaruhi dinamika persediaan Pertalite.

Meski demikian, pemerintah memperkirakan persediaan BBM dapat kembali meningkat hingga mencapai kisaran 20 hari kebutuhan dalam waktu sekitar satu pekan.

Pertamina Diminta Percepat Pemulihan Pasokan

Pemerintah menargetkan penambahan armada kapal dapat mempercepat distribusi BBM, khususnya pada jalur pengiriman Jawa Timur–Bali. Kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bahlil menegaskan, persediaan BBM selama berada pada kisaran 16–18 hari masih dinilai memadai. Dengan demikian, upaya pemulihan diarahkan untuk meningkatkan cadangan sekaligus mengantisipasi hambatan logistik yang berpotensi mengganggu penyaluran.

“Untuk mencapai di angka 20 itu ya kita butuh waktu seminggu. Seminggu selesai. Tapi di 16–18 hari itu kan bukan berarti kita kekurangan standar minimal, itu masih oke,” pungkas Bahlil.

Pemerintah berharap langkah percepatan distribusi tersebut dapat menjaga kelancaran pasokan BBM di Bali dan wilayah lainnya. Penambahan armada kapal juga diharapkan membantu mengurangi risiko keterlambatan pengiriman, sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. (Sumber: Bakom RI)

Diunggah 16 Oktober 2026 pukul 17.56

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar